Sabtu, 10 Januari 2015

Salah Fokus, Kode Keras :D

Sang nahkoda mengambil keputusan yang berani dan beresiko, memutuskan untuk berlayar mengarungi samudera nan luas seorang diri, setelah sekian lama berlayar, sang nahkoda merasakan ada yang kurang di dalam kapalnya, sang nahkoda berpikir bahwa dia harus menepikan kapalnya yang besar dan mewah untuk mencari sesuatu yang kurang tersebut. Bukan hal yang mudah mencari tempat untuk menepikan kapal sebesar dan semewah yang dipunya sang nahkoda. Akan tetapi, sang nahkoda sudah mempunyai tempat tujuan tersendiri untuk menepikan kapalnya, tempat yang sudah menjadian tujuan utamanya. Meski untuk sampai ditempat tersebut membutuhkan waktu yang panjang.

Dengan proses yang lama, sang nahkoda sampai pada tempat yang menjadi tujuan utama untuk menepikan kapal mewahnya. Dia turun dari kapal, dan mencari sesuatu yang dicarinya. Ternyata Bukan makanan, bukan perhiasan, bukan pakaian dan bukan juga uang yang dicari sang nahkoda. Akan tetapi sang nahkoda menghampiri sebuah rumah, yang didalamnya terdapat satu keluarga. Ternyata sang nahkoda menghampiri rumah seorang wanita yang telah dikenalnya sejak lama, seorang wanita yang sangat diinginkannya menjadi pendamping hidupnya. Dengan penuh percaya diri dan gagahnya sang nahkoda berkata kepada sang wanita, " Maukah kamu, kedua orang tuamu, dan keluargamu naik ke kapal pesiarku, dan ikut berlayar bersamaku ? ". Sang wanita berkata, " Mau pergi kemana kamu mengajakku, kedua orang tua dan keluargaku ?". Sang nahkoda menjawab, " Aku menginginkan kamu menjadi pendamping hidupku, menjadi istri yang baik untuk ku. ". sang wanita berkata, " Tapi untuk apa kamu mengajak kedua orang tua dan keluargaku naik ke kapal mu ?". Dengan yakin sang nahkoda menjawab, " Aku menyukaimu, bukan berarti aku hanya menginginkan dirimu, tapi aku juga menginginkan kedua orang tua dan keluargamu menjadi bagian dalam hidupku, kapalku adalah hidupku, aku tidak mau hanya kita berdua yang ada didalamnya, dan akan aku pertemukan orang tua dan keluargamu dengan orang tua dan keluargaku, kita akan naik ke kepalku dan kita akan bersama-sama didalamnya untuk berlayar "...

Cerita ini hanya pesan singkat, ketika kita memutuskan untuk menjadikan orang yang kita cintai sebagai pendamping hidup, hal utama yang harus dilakukan adalah kita harus menyatukan kedua orang tua dan keluarga kita dengan kedua orang tua dan keluarga dari pasangan kita terlebih dahulu. Karena pernikahan bukan hanya menyatukan kita dan orang yang kita cintai, akan tetapi juga menyatukan kedua orang tua dan keluarga kita dan pasangan kita tersebut.

Pagi yang cerah, minggu 11 Januari 2015. Dosi Capri Aperte


Tidak ada komentar:

Posting Komentar