Sabtu, 05 Juli 2014

LDR itu....

Assalamualaikum. Wr.Wb

Alhamdulillah masih diberi nikmat oleh Allah untuk menjalankan dan menikmati indahnya Ramadhan 1435 H ini. Semoga kita menjadi hamba yang beruntung, yang akan selalu mendapat berkah dariNya. Amin ya rabb

Mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, keponakan yang sudah beranjak remaja mengajukan pertanyaan " Kak, apa sih bagusnya LDR ? ". Pertanyaan yang sebenernya simple, tapi cukup ribet buat menjelaskan kepada anak seumurannya yang sepertinya baru mau mencicipi rasanya cinta, cinta monyet kali. :). Yang buat ribet lagi, dia nanya kepada kakaknya yang emang belum pernah jalanin LDR. Pacar aja belum ada ini, (dalam hati aja bicaranya) hehe.... dengan berusaha seadanya menjelaskan kepada ponakan akan pertanyaannya tadi, secara sebagai seorang kakak harus terlihat lebih tau dan pengalaman. hehe..

Saya : Lah emang adek tau apa itu LDR ?
Keponakan : Ya pacaran yang jaraknya jauh kata temen kak
S : ohh, iya iya (sok-sok paham ini)
K : kok cuma iya iya doang kak, jawab dong
S : LDR itu.. bagus dek, bagi pasangan yang emang bener-bener siap satu sama lain
K : oh jadi cowok sama ceweknya harus sama-sama siap ya kak ?
S : Iya, bener.
K : Jadi bagusnya dimana kak ???????
S : Hmm.. Bagusnya, kalau memang jalanin hubungannya ingin serius, dan memang bener2 punya rencana buat pasangan di masa depan. Masing-masing pasangan bisa lihat tingkat kesetiaannya pasangannya, sebab kalau LDR itu lebih banyak cobaannya, dari kesetiaan, tingkat kejenuhan, kalau pasangannya gak bener2 setia, pastinya dia cari orang yang lebih dekat dengan dia, dengan berbagai alasan biasanya dia selingkuh atau cari alasan buat putusin pasangannya yang jauh. Kalau LDR udah gagal kayak gitu, lebih baik gak usah dijadiin buat pasangan hidup, ntar bisa lebih parah lagi. Tapi kalau adek niatnya cuma mau main-main dan happy2 aja ya gapapa. Hmm ngerti gak ni ?
K : Kurang ngerti sih kak,, tapi kata temen LDR itu bagus biar gak bosen, kan kalau deket temu terus sama pasangannya
S : Iya kan tadi dah kakak bilang, karena itu kalau mau LDR dua-dua pasangannya harus sama-sama siap. Gak bisa yang satu siap, yang satunya gak siap. Daripada maksain lebih baik jangan
K : Tapi temen aku ada yang LDR kak, cowoknya disana selingkuh, dia juga ada selingkuhan disini
S : Itu namanya jalanin hubungannya gak untuk serius dek, emang kenapa sih nanya-nanya LDR. mau pacaran LDR juga ? udah ada cowok ?
K : Hehehe gak sih kak, cuma mau tau doang, siapa tau ntar ada yng ngajak LDR
S : Gedein dulu itu badan, pikirannya juga gedein. Masih kecil juga mikin pacaran aja
K : ihhhh kayak kakak gak pernah remaja juga huuuu
S : Iya juga sih (dalam hati) heheh

Kadang kita juga harus menyadari, ada beberapa hal yang harus dijelaskan kepada keponakan atau adik kita yang mulai bernajak remaja, baguslah mereka bertanya dan kta jelaskan, daripada mereka sok tau dan ujung2nya salah arah :)

Sekian., Selamat Sore. Wassalamualikum Wr.Wb

Senin, 26 Mei 2014

Catatan 27 Mei

Selamat Pagi  Selasa. 27 Mei 2014
Matahari Kota Baturaja yang begitu cerah, Cuaca yang diharapkan banyak orang. Tidak mengganggu aktifitas, tidak menghambat semua urusan, semua beraktifitas sesuai keperluannya masing-masing.

Dalam menjalani hidup, setiap orang akan bertemu pada titik tertinggi dalam hidup, dan akan bertemu juga pada titik terlelah dalam hidup. Titik tertinggi bisa diartikan kesuksesan yang telah dicapai, dan titik terlelah bisa diartikan ketika belum berhasil mendapatkan kesuksesan yang di inginkan. Dalam perjalanan hidup, setiap orang tidak akan lepas dari sebuah kesalahan, tidak ada manusia yang sempurna. Yang membedakan setiap manusia itu adalah cara menyikapi dari kesalahan yang telah dilakukan. Ada yang bisa menjadikan itu sebuah pelajaran, dan tak kan mengulangi lagi. Ada yang menggap itu hal yang biasa, dan akan terus mengulanginya. Begitu juga dengan kesuksesan, semua manusia akan bertemu pada titik kesuksesan, dan cara manusia menghadapi hal tersebut pun berbeda-beda. Ada yang merasa telah puas, dan jumawa dengan tidak ingin lagi berusah hingga sombong. Ada juga yang merasa belum puas, hingga terus berusaha dengan kerendahan hati. Tidak semua manusia itu sama, kesempurnaan fisik tidak menjamin kesempurnaan hati dan pikiran.

Pernah berkata, setiap manusia pernah terjatuh, saya pun pernah terjatuh. Ada yang belajar kembali berdiri dan berusaha agar tidak terjatuh lagi. Ada juga yang kembali berdiri dan bersiap jatuh lagi. Dan ada juga yang hanya diam dan tidak berusaha untuk kembali berdiri. Jika saat ini saya sudah berdiri, berharap ada yang memegang tangan saya agar kuat dan tak kembali terjatuh, Atau akan ada yang kembali mendorongkan tubuh ini, dan kembali membuat saya terjatuh.

Keadaan hidup saat ini, tak bisa disamakan dengan keadaan hidup yang telah lalu. Hidup ini terus berkembang, pola pikir terus maju. Tak ada yang salah dengan niat yang baik, niat yang tulus, dan niat yang benar-benar ingin kembali menjadi lebih baik lagi.

Hidup ini penuh pilihan, Bahagia, Sedih, Tertawa, Menangis, Baik, Jahat Semua adalah  pilihan, dan kembali kepada manusianya masing-masing untuk memilih yang mana